Santri Dan Alam

Blog Pendakian Gunung Dan Kajian Islam

Rekan - Rekan Santri Dan Alam

Semakin banyak fasilitas komunikasi di masa ini mempermudah admin santri dan alam untuk menghubungi rekan-rekan di luar daerah. Saling berkenalan dengan ikhwan-ikhwan yang suka dengan kegiatan petualangan, tadabur alam , mendaki gunung, kegiatan lingkungan dan sosial kemanusiaan lainnya. Dengan fasilitas whatsapp santri dan alam mengumpulkan beberapa ikhwan di grup WA Santri Dan Alam.

Berikut beberapa ikhwan yang aktif di WA Santri dan Alam bercerita tentang pengalaman pertama kali mendaki gunung.
Sedikit istilah yang sering dipakai di tulisan berikut, seperti : ana ( bhs Arab) artinya Saya, ikhwan artinya saudara.  Akh singkatan dari akhun atau akhy maknanya saudara atau saudaraku.
Istilah Abu dan Ibnu adalah  nama Kunyah, untuk panggilan ataupun sebutan penghormatan pada seseorang. Biasanya “kunyah” dinisbahkan kepada nama anak ataupun kepada nama bapaknya.

Slamet Summit 2005 
Oleh : Abu Hamzah Purwakarta
Ahlan Wasahlan wa Marhaban.... 
Anggota SANDAL.... 
Hayakumullah... 
Alhamdulillah untuk pengalaman kali pertama naik Gunung pada tahun 2005, yaitu naik Gunung Slamet.  Perjalanan yang melelahkan, maklum para pemula. Ana naik bareng sama teman sekampung 10 orang.  Lewat dari jalur GUCI... yang masya Allah dinginnya.  Dan kami berangkat  Jum'at sore, karena ngecamp dulu di Buper Guci. 
Diawali dengan doa, kami mulai Nge-track Sabtu pagi.. 
Pos 1....... alhamdulillah.
Pos 2....... banyak berhenti
Pos 3....... lumayan.
Pos 4....... mulai lelah.

Kami kehabisan bekal air. Alhamdulillah di antara pos 4 dan 5 ada mata air. Walaupun kemarau, Alhamdulillah masih ada sedikit air buat bekal di atas. Dan sungguh mengesankan karena ana sebagai pendaki pemula, disaat minum, air yang diambil di mata air di dalam botol ada jentik-jentik nyamuk. Disaat minum harus menunggu jentik-jentik nyamuk turun dulu disaat jentik-jentik nyamuk terbawa naik kita berhenti minum dan begitu seterusnya.

Alhamdulillah sampai lereng sore. Kami buka tenda untuk bermalam di lereng. Tapi hawa di lereng tidak terlalu dingin seperti waktu ngecamp di Guci dinginnya masya Allah. 
Dan Ba'da subuh kamipun persiapan melanjutkan perjalanan ke puncak.  Harus berjuang melewati pasir dan bebatuan. Pengalaman pertama kali takut, seru juga merinding. Dan di fajar pagi subhanallah ,Allahu Akbar betapa indahnya alam ini.
Untuk kali pertama melihat indahnya pemandangan di atas ketinggian 3000 mdpl. Kami tidak lama di atas, sekitar jam 9 pagi,ya begitu kata yang pengalaman tidak boleh lama-lama di puncak, bahaya keracunan.
Kami turun kembali untuk melanjutkan perjalanan pulang. Dan Alhamdulillah sesampainya di Guci kami langsung berendam di Air Hangat Guci untuk melepas lelah, merenggangkan otot-otot..Dan malam hari kami kembali ke rumah masing-masing
Alhamdulillah....

Kelebihan lewat Jalur Guci : 
Turun gunung bisa mandi air hangat, yang bisa menyegarkan badan, merenggangkan otot-otot, melepas lelah,  bisa makan gorengan khas Guci... dan sebagainya
Kapankah Gunung Slamet kembali Normal 
Kangen ingin lihat kawah barunya.


Risau Mendaki Gunung Pertama Kali
Oleh : Abu Yahya
Ana Abu Yahya dari Kendal , tinggal di Muntilan, salam kenal untuk ikhwan yang belum kenal dengan ana, semoga suatu saat bisa ketemu ( kopdar). Untuk pengalaman pertama mendaki gunung, dulu saat saya masih di pondok muntilan, ada teman-teman yang mengadakan acara naik gunung untuk isi libur lebaran. Pertama kali ikut mereka saya  merasa ngeri juga. Di beri taushiyah oleh ketua rombongan " akh robi' kalau kita mendaki gunung bukan tuk sesuatu yang dibangga-banggakan dan buat sombong. Terus di nasehati sudah ijin orang tua atau belum ? Dalam hati ana wah..ana belum ijin ortu, gimana kalau terjadi sesuatu. Alhamdulillah kita selamat sampai turun lagi, mendaki merbabu via wekas untuk pertama kali hanya sampai di puncak menara saja , merasakan dinginnya malam tanpa tenda dan semua masih pemula, belum tahu seperti apa naik gunung itu.

Pak Edy PALAWAS ( Pecinta Alam Wali Santri )
Menyukai kegiatan alam sejak SMA, waktu itu di extrakulikuler PMR, kebetulan berkegiatan di Jurang Jero, melihat puncak merapi rasanya sangat menantang, sayang saat itu tidak pernah kesampaian baru beberapa saat kemudian selepas SMA bisa bergabung dengan beberapa teman belajar mengenal perjalanan petualangan meskipun tidak canggih-canggih amat yang penting kenal bagaimana bertahan dan bagaimana menikmati perjalanan. Mulailah dari Gunung Slamet, Sindoro, Ciremai dan beberapa (karena saat itu sehari-hari tinggal di Purwokerto)....itu dulu... sekarang anak-anak sudah agak gede bisa mulai diajak jalan-jalan saat libur pondok....hehe....

Akh Arqom Dieng
Pendakian yang berkesan adalah pendakian ke Gunung Sindoro bersama beberapa santri Temanggung. Banyak kisah unik, salah satunya waktu kita istirahat di pos 3, kita di hebohkan oleh binatang buas (babi hutan).
Salam kenal buat seluruh teman-teman yang gabung di grup ini, baik yang baru atau yg sudah lama.

Akh Abdurrohman Purbalingga
Debut pertama naik gunung yaitu ke Gunung Sumbing pada Bulan Syawal 1431 Hijriyah.Waktu itu persiapan hanya beberpa jam karena harus memastikan untuk ikut naik gunung atau tidak. Saat dalam perjalanan menuju Muntilan yang waktu itu sudah  malam. Sedangkan rencana rombongan berangkat sekitar jam 3 pagi. Masih ingat dalam pendakian tersebut, om yoiyok seolah tercetus ide untuk menamakan perkumpulan pendaki tersebut dengan "Sandal" dan seolah tercetus pula ide logo "Sandal" oleh beliaunya...Om yoiyok...Apa bener demikian...?

Pendaki Muslim
Sumbing Via Garung
Share this article :
+
3 Komentar untuk " Rekan - Rekan Santri Dan Alam"

I love santri ..keren blognya kang santri

Masih banyak kekurangannya dari blog kami ini, terimakasih sudah mampir di blog kami

 
Template By Kunci Dunia