Santri Dan Alam

Blog Pendakian Gunung Dan Kajian Islam

Mendaki Gunung Merbabu Via Grenden

Gunung Merbabu yang secara administratif berada di beberapa kabupaten yaitu : Kabupaten Semarang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Maka dari itu pintu masuk pendakiannya ada beberapa tempat seperti Selo (Boyolali ), Wekas (Magelang ), Thekelan dan Cunthel ( di Kopeng , Kab.Semarang ), Suwanting ( Magelang ) dan Grenden ( Magelang ).


merbabu via grenden


Pada tulisan kali ini rekan kami ( Ibnu) akan mengisahkan perjalanannya mendaki Merbabu via Grenden, mari kita simak bersama-sama.


MENDAKI GUNUNG MERBABU VIA GRENDEN
Niatan ini muncul semakin kuat saat melakukan touring gowes sepeda dengan rekan-rekan saat lewati jalur Ketep pass, Suwanting, Grenden dan top selfie. Cuaca cerah dengan sorotan matahari terbit mulai membenamkan kabut yang bertebaran di sekitaran gunung merbabu. Rasa lelah dan letih disertai dengan nafas yang tergopoh-gopoh saat sampai di lokasi TOP SELFIE hutan pinus kragilan. Yaa.. betul, tempat ini memang menjadi tujuan akhir dari puncak gowes kami saat itu. Tanggal 18 desember 2016 bertepatan dengan hari Ahad yang agak sulit untuk di lupakan keindahan panorama di sekitar Gunung Merbabu saat itu. Aku dan rekan-rekan pun gak mau ketinggalan untuk rela berjalan kaki menyusuri kaki gunung merbabu hanya untuk menikmati keindahannya. Ini lah grenden salah satu lokasi yang kami lalui. Terbetik saat melewati gapura grenden untuk mendaki Gunung Merbabu via Grenden. "Insya Allah akan tiba waktunya untuk mendakinya di lain waktu", gumam ku dalam hati.

🌎 Satu bulan kemudian 🌙
Rasanya Sudah satu bulan berjalan, sepertinya sering sekali aku membuka galeri kenangan saat gowes ke hutan pinus TOP SELFIE Kragilan. Mulai ada yang teringat. Ya betul..., aku hampir melupakan Grenden yang aku memiliki rencana untuk memijakkan kakiku di tempat itu. Tepat tanggal 18 januari 2017 rekan ku Abu Yazid melayangkan pesan via WA untuk sama-sama mengukir kisah mendaki Gunung Merbabu via Grenden tanggal 21-22 januari 2017. Tepat sekali keinginanku terbuka, semata-mata semua berkat kemudahan dari Allah Yang Maha luas Rahmat-NYA telah mengaturnya, terimakasih ya Allah...

Tidak lama kemudian aku pun membalas pesan tersebut. Seringnya aku memang menyanggupi melakukan pendakian dengan rekanku Abu Yazid karena memang waktu yang direncanakannya juga sering bertepatan dengan waktu luang dan keinginanku. Mulai dari Konfirmasi pendakian, waktu dan jumlah personil yang berangkat juga tak lupa untuk di koordinasikan.
Tak sabar rasanya menunggu hari Sabtu tanggal 21 januari 2017, hari dimana aku mendaki Gunung Merbabu via Grenden.

SAATNYA BERANGKAT 🚲
Hari Sabtu itu kuputuskan untuk pulang kerja lebih awal, selepas shalat Ashar aku  pamit untuk pulang dan sebenarnya akupun belum memberitahukan perihalku untuk berangkat mendaki Gunung Merbabu via Grenden. Sampai di rumah aku mulai mencicil menyiakan peralatan yang akan aku bawa. Direncanakan selepas sholat Maghrib kami berangkat menuju Grenden yang  berada di Dusun Pogalan, kecamatan Pakis, kabupaten Magelang.

Tak lama selang beberapa waktu selepas sholat Maghrib itu kami berangkat dengan berkendara sepeda motor. Suasana mendung dan dihiasi sedikit rintik pada saat berangkat tidak sedikitpun melemahkan niatan kami. Hanya saja saat memasuki wilayah Dusun Tlatar rintik itu mulai besar namun tetap saja kami laju kendaraan kami. Sampai di lokasi Ketep Pass kabut mulai tebal dan penglihatanpun mulai terbatas hanya mampu memandang dengan jarak -+10m. Akupun mulai menurunkan gas sepeda motorku. Sampai dilokasi gapura Grenden kabut dan rintik itu pun belum juga hilang. Akhirnya sampai juga di lokasi basecamp Grenden.

Sebelum berangkat, seperti biasa  harus melakukan pendaftaran registrasi terlebih dahulu. Biaya registrasi di Grenden ini relatif murah hanya Rp21.000/orang sudah termasuk parkir motor, souvenir, peta pendakian dan hidangan segelas teh hangat.

Basecamp (1457mdpl) ke Pos 1 (1723 mdpl)
Dirasa semuanya sudah selesai -+ pukul 21.00 kami pun mulai meninggalkan basecamp. Tak ubahnya saat perjalanan menuju Grenden ini, kabut tebal belum juga hilang di pelupuk mata kami. Yang mampu kami pandangi saat itu adalah ladang penduduk dengan jarak pandang yang terbatas. Memasuki menit ke 15 kita akan digiring menuju jalur exoticnya hutan pinus di lokasi Grenden sampai menit ke 15 kemudian kami sampai di POS 1 bertemu dengan pendaki dari Jogja. Istirahat sejenak, menyimpan waypoint, tracklog GPS dan menikmati aroma khas hutan pinus yang menyegarkan. Perjalanan dari basecamp menuju POS 1 ini masih terhitung landai dan bersahabat.

Pos 1 ke Pos 2 (1883 mdpl)
Memang tidak lama kami beristirahat di POS 1 ini karena mengingat rencana pemberangkatan yang mundur 1 jam dari yang sudah kami rencanakan. Masih kami menyusuri hutan pinus di jalur ini sampai di POS 2 -+ pukul 22.00. Seperti di POS 1 kamipun istirahat sejenak di POS 2 ini dan tak lama juga hanya sekedar meneguk air dan sedikit camilan.

Pos 2 ke Pos 3 (2357 mdpl)
Melanjutkan perjalanan dari POS 2 ini rasanya agak berat karena sejenak kami akan meninggalkan exoticnya hutan pinus walaupun di selimuti kabut. Jalur dari pos 2 ini menanjak namun masih juga bersahabat. Selang beberapa menit lepas dari POS 2 menuju POS 3 mulai ada yang unik dari jalur ini. Ya betul... jalur sudah memasuki hutan belantara yang berbeda, mengharapkan jalur landai menuju POS 3 ini tidaklah mungkin. Jalur terjal dan tanjakannya pun menguras energi makan malam kami. Masing-masing kami mulai terasa kepayahan di jalur ini namun kepayahan yang tak mampu menguras niatan kami.

Ayoo Abu Yazid... semangat !!. Dijalur ini kami mulai banyak beristirahat, makan camilan dan banyak minum. Jalur menuju POS 3 ini lumayan terjal dan menanjak. Benar-benar perjalan panjang menuju POS 3 ini, -+1 jam 30 menit lamanya perjalanan kami dari Pos 2 menuju Pos 3 tepat pukul 23.30 kami sampai di POS 3. Memang sudah direncanakan, kami akan ngecamp di pos 3 karena selain tenaga yang mulai terkuras, kami bisa istirahat yang puas berharap esok hari menuju puncak tenaga kembali pulih.

Pos 3 ke pos 4 (2597mdpl)
Saat sampai di pos 3 ini suasana hening nan sepi membuat kami terasa santai. Selain adanya mata air di pos 3 ini juga lokasi yang cukup lebar untuk mendirikan banyak tenda. Tak lama kemudian memasang tenda serta memasak masakan penghangat. -+ pukul 00.30 kamipun mulai merebah guna istirahat mempersiapkan endrgi untuk pendakian menuju puncaknya. 💤 🏕

Pukul 4.30 akupun terbangun dari tidurku. Saat membuka mata ternyata rekanku Abu Yazid sudah bangun lebih awal. Kami pun mulai persiapan untuk melakukan sholat subuh, sarapan dan melanjutkan perjalanan menuju puncak.

merbabu grenden magelang
Pos 4 Merbabu Via Grenden
Pukul 6.30 kami melanjutkan perjalanan. Tidak seperti jalur menuju POS 3, perjalanan menuju POS 4 ini hanya berbeda sedikit saja dari jalur menuju POS 3 yang terjal dan lumayan menguras tenaga. Namun aku merasakan ada yang unik di jalur ini pinggiran punggung gunung dan bekas pembakaran nampak di jalur ini. Berjalan -+35menit sampai kami di POS 4. Ternyata di POS 4 ini terdapat mata air juga dan lahan yang cukup untuk mendirikan 4 atau 5 tenda.

Pos 4 ke Kendi Kencono (2878mdpl)
Hanya sesaat saja kami di POS 4 ini pukul 07.05 kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kendi Kencono. Dari POS 4 ini sudah terlihat pandangan luas di bawah kaki gunung berupa pemukiman penduduk. Perjalanan masih menanjak namun bersahabat. Pemandangan sabana luas nan hijau pun terpandang di saat melonjak naik meninggalkan POS 4. Butuh waktu 1 jam untuk bisa sampai di Kendi Kencono dari POS 4. Sampai di Kendi Kencono pukul 8.05. Alhamdulillah dari Puncak Kendi Kencono ini pemandangan sabana luas bahkan POS 2 jalur Wekas dan puncak menara serta puncak Kenteng Songo pun sudah terlihat. Selfie dulu...


Kendi Kencono ke Puncak Triangulasi dan Kenteng Songo (3146 mdpl)
Selepas istirahat dan selfie di Puncak Kendi Kencono kamipun melanjutkan perjalanan menuju puncak Triangulasi dan Puncak Kenteng Songo. Angin di rasa kencang saat itu. Aku hanya mengenakan kaos sedangkan rekanku Abu Yazid mengenakan jaket tebal andalannya. Angin kencang yang sejatinya seperti layaknya badai disertai kabut itu membuat Abu Yazid merasa kasihan melihatku yang hanya mengenakan kaos. Namun aku mencoba bertahan untuk menerobos angin kencang dan kabut itu.

Jalanan di buat zig-zag di jalur ini -+30 menit kami bertemu dengan pertigaan yang menyambungkan antara jalur Grenden dan Suwanting. Dari pertigaan ini sudah terasa dekat puncaknya hanya membutuhkan -+30 menit juga. Maka -+ pukul 9.30 aku mendahului Abu Yazid sampai di puncak Triangulasi dengan total waktu dari Puncak Kendi Kencono sampai Puncak 1 jam 25 menit.Alhamdulillah.... meski pemandangan berkabut sesaat hilang dan pergi namun apa yang terpandang di puncak ini sudah cukup untuk sesaat melupakan letihnya perjalanan pendakian menuju puncak ini.

Maaf, lagi-lagi hanya sekelumit yang bisa aku ceritakan. Catatan perjalanan pendakian Merbabu via Grenden. ini semoga bermanfaat dan bisa menggugah semangat rekan-rekan untuk muncak lagi he he..


grenden, merbabu, kendi kencono
Puncak Kendi Kencono


grenden, merbabu, kendi kencono
Kabut di Puncak Kendi Kencono 


Adapun rincian etimasi pendakian :
-Basecamp ke pos 1 ............30 menit
-Pos 1 ke pos 2 ....................30 menit
-Pos 2 ke pos 3 ....................1 jam 30 menit

 Pos 3 ngecamp

-Pos 3 ke pos 4 .................35 menit
-Pos 4 ke puncak kendi kencono .........60 menit
-Puncak kendi ke puncak triangulasi ......1 jam 25 menit

Total 330 menit perjalanan ( 5,5 jam )

peta jalur pendakian merbabu grenden
Kontak Darurat Basecamp Grenden : 0877 1902 1013, Frekuensi HT : 163.090

Di tulis oleh rekan kalian : Ibnu Umar di sela ingatanku di Grenden yang belum hilang, Magelang 23 Januari 2017
Share this article :
+
1 Komentar untuk "Mendaki Gunung Merbabu Via Grenden"

kok mahal banget ya masuknya.?
kyknya 2016 msih 10.000

 
Template By Kunci Dunia