Blog Pendakian Gunung Dan Kajian Islam

Tips Mendaki Gunung Secara Berkelompok

Pernah tidak mendaki bersama teman-teman tapi sepanjang pendakian adanya ribut terus? Kecewa dengan sikap teman, sebel lihat teman serombongan tidak bisa kompak, apalagi yang pernah jadi leader sebuah pendakian bisa-bisa "darah tinggi" kalau tidak bisa mengatur  timnya tersebut.


Dalam sebuah rombongan pendakian yang perlu diperhatikan adalah bagaimana berjalan dalam sebuah kelompok. Banyak hal berbeda pada tiap anggota, seperti : kekuatan fisik,mental, barang bawaan,dan lain-lain sehingga perlu diatur perjalanan mendaki gunungnya agar lebih efisien dan semua anggota bisa menikmati perjalanan.

Berikut tips mendaki secara berkelompok yang penulis kutip dari buku Panduan Teknis Pendakian Gunung karya om Hendri Agustin.
  • Tetapkan ritme/irama kecepatan jalan dengan sebaik-baiknya. Aturlah kecepatan gerak kelompok sehingga anggota pendaki yang agak lambat tidak terlalu jauh tertinggal jangan sampai anggota kelompok berjalan sendiri baik di depan atau di belakang. Caranya adalah dengan memberikan kesempatan bagi pendaki yang paling belakang untuk menyusul anggota lainnya dan istirahat yang cukup untuk pendaki yang tertinggal tersebut.
  • Menempatkan pendaki yang berjalan lambat paling depan, tujuannya  agar pendaki yang lambat bisa menyesuaikan kecepatan jalannya dengan pendaki yang lain sehingga kelompok bisa bergerak bersama dan bisa memotivasi pendaki yang lambat untuk bergerak sedikit lebih cepat dari biasanya.
  • Tempatkan pendaki yang berpengalaman pada bagian belakang yang juga akan berfungsi sebagai pengawas anggotanya
  • Berikan peralatan kelompok pada pendaki yang lebih kuat fisiknya atau yang bertenaga lebih kuat.
  • Tetap bersama dalam kelompok jangan sampai kehilangan kontak dengan anggota kelompok lainnya.
  • Saat bergantung pada ranting, hati-hati saat melepaskannya, lihat dulu ke belakang jangan sampai ranting mengenai anggota lainnya. Juga ingatkan jika di depan ada kayu atau hal lain menghalangi  jalan sehingga anggota yang lain bisa menghindarinya.
  • Menepi ketika berhenti sehingga tidak menghalangi rombongan pendaki yang lainnya
  • Rombongan yang turun memberikan jalan/ kesempatan untuk bergerak kepada rombongan yang akan naik sehingga irama gerak rombongan yang naik tidak terputus. Kecuali pada kondisi tertentu misalnya saat berpapasan di turunan yang curam, rombongan pendaki yang turun diberi kesempatan untuk bergerak terlebih dulu. 
  • Berlaku ramah  dan senang menolong dan berusaha menjadi seorang yang disenangi selama pendakian
Untuk hal lainnya yang salah/tidak sependapat, kurang atau perlu ditambahkan karena saat di lapangan kadang menemui kondisi yang berbeda-beda bisa pembaca tambahkan di komentar sehingga semakin lengkap referensi untuk kita bersama yang bukan hanya sebagai bahan bacaan atau wawasan tapi terlebih penting adalah untuk dipraktekkan.

Referensi :
Agustin, Hendri. 2006. Panduan Teknis Pendakian Gunung: Penerbit Andi
0 Komentar untuk "Tips Mendaki Gunung Secara Berkelompok"

Back To Top